Hidup di jaman seperti sekarang yang menjanjikan banyak kesenangan untuk bisa lebih menikmati hidup sendiri membuat banyak orang berfikir untuk apa menikah muda atau menikah terlalu cepat. Karena banyak orang juga yang menganggap dengan adanya pernikahan semua kebebasan sebelum menikah itu akan mulai tertutupi. Mungkin itu ada benarnya juga, tapi kalau menurut saya sebagai laki2 menikah muda itu ada juga baiknya..disini saya akan bercerita bagaimana saya menilai arti kehidupan setelah saya tidak sendiri lagi apalagi sekarang saya hidup sudah di karuniai 1 orang anak sampai saat ini untuk saya rawat dan besarkan agar kelak bisa menjadi anak yang bisa menjadi “seseorang” dalam arti kata positif.
Menurut saya hidup setelah menikah itu sangat mengasyikkan. Saya tidak menyesal dengan keputusan yang saya ambil untuk menikah diusia bisa dibilang masih terlalu muda untuk hidup di kota metropolitan ini. Karena ada kenikmatan tersendiri apalagi setelah adanya anak dalam hidup berumah tangga. Rasanya keindahan hidup semakin nyata dan berwarna. Mengapa di awal tulisan ini saya menuliskan ”Menghargai hidup lewat anak?”… karena dengan adanya anak ini lah saya betul-betul menghargai waktu yang ada untuk bisa di gunakan dengan sebaik-baiknya. saya lebih bisa mengatur dan mengendalikan emosi dan keinginan saya akan hal-hal yang berbau positif dan mungkin juga negatif. Saya merasa lebih bisa untuk menghargai apapun yang berhubungan dengan kebaikan dan perkembangan jiwa anak. Hidup dalam lingkungan seperti sekarang apalagi kata orang “ini surabaya men”, berteman dengan berbagai macam sifat orang, tidak menutup kemungkinan untuk melakukan hal-hal yang berbau negatif itu sangat berpeluang besar sekali. Tapi seperti yang saya bilang tadi ternyata hanya dengan satu kata “anak” itu bisa merubah segalanya.
Saya ingin menjadi papa yang baik buat anak saya. Bisa menjadi panutan dan penuntun bagi anak saya untuk melangkah kedepan. Saya ingin menjadi papa yang bisa mengarahkan anak saya kelak bisa menjadi ”seseorang” yang berprestasi untuk sekarang dan kelak dia besar.
“Semua langkah buruk saya terhenti karena anak dan semua langkah baik saya menjadi mantap ke depan juga karena anak”.
Itulah makanya kenapa saya menulis ini karena memang hidup saya lebih merasa saya hargai karena hadirnya anak dalam proses kehidupan saya ini.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar